Peluang Bisnis Anak Milenial Di Tengah Pandemi

Bisnis rumahan merupakan usaha yang saat ini tengah banyak dilakoni oleh pebisnis. Selain tidak memerlukan modal besar, usaha rumahan lebih fleksibel dan tidak terikat akan sesuatu. Untuk memulai bisnis rumahan yang perlu dilakukan adalah memaksimalkan bakat dan minat untuk membuat sebuah karya sehingga dapat diminati orang lain. Ikhsan menyampaikan inisiatif Banpres Produktif Usaha Mikro yang digagas dalam program PEN 2020 dan 2021 sangat tepat dalam membantu pengusaha mikro yang pada saat pandemi kesulitan modal untuk bertahan.

Pandemi COVID-19 atau virus corona yang belum kunjung usai telah membuat sebagian orang harus merasakan pahitnya kehidupan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Pasalnya, setelah virus menyebar di Indonesia, sektor perekonomian mengalami kelumpuhan sehingga berdampak pada pemutusan hubungan kerja pada para pekerja dan membuat sebagian dari mereka terpaksa harus dirumahkan. Jika Anda mencari ide bisnis kreatif, coba berbisnis peralatan berkebun.

Apalagi bisnis ini bisa dibilang minim modal dengan margin revenue yang besar. Kita ambil contoh, harga nasi goreng di tempat makan yang ada di mall rata-rata Rp35.000 per porsi, padahal bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat nasi goreng tersebut tidak sampai Rp10.000 per porsi. Meski tetap ada penurunan omzet ketika krisis ekonomi melanda, namun perputaran revenue yang besar dalam waktu cepat membuat usaha di sektor ini tidak punya alasan untuk mengalami kebangkrutan. Menciptakan inovasi produk berdasarkan kebutuhan adalah salah satu strategi bisnis untuk bertahan di tengah pandemi. Permintaan masker kain yang meningkat selama pandemi membuat banyak pemilik bisnis dari segala bidang banting setir menciptakan produk-produk yang diperlukan masyarakat. Pelaku bisnis makanan pun beralih menyediakan catering, hingga frozen food yang dapat disimpan sebagai stok bagi para pelanggannya.

Dengan berubahnya kebiasaan dan gaya hidup orang banyak akibat pandemi ini, banyak pula peluang baru yang muncul. Walaupun demikian, memulai bisnis di tengah pandemi tentu memiliki tantangan dan risiko. Berikut beberapa strategi yang bisa kamu lakukan untuk memulai bisnis di tengah pandemi. Pilihan menghadirkan paket ekonomis di tengah pandemi marak dilakukan oleh berbagai pelaku usaha. Daripada itu, standar dan kualitas produk perlu diperhatikan mulai dari penggunaan bahan baku, proses produksi, pengecekkan produk, hingga packaging tetap steril dan aman sebelum dikirimkan ke konsumen. Menurut dia, saat ini semua orang bisa belajar dan mengetahui bagaimana sistem kerja, pendidikan dan sejumlah aktivitas bisnis bisa dilakukan secara daring, termasuk beraktivitas dari rumah.

Tidak sedikit yang mengalami pemotongan gaji atau bahkan pemutusan hubungan kerja yang mengakibatkan berkurangnya pemasukan. informasi agar produk usaha Bandar Togel Online kecil tetap dapat bertahan di tengah pandemi covid-19. Dalam kasus NerdWallet, pemasaran secara organik lebih mudah di masa awal krisis keuangan.

Bisnis Pandemi

Perempuan yang berprofesi sebagai karyawan di salah satu galeri seni di Kota Bandung ini mengaku banyak mendapatkan untung dari usaha tanaman hias. Dengan sejumlah perubahan gaya hidup dan aktivitas masyarakat di saat pandemik, sejumlah jenis bisnis kecipratan untung. Mereka yang punya bisnis tanaman, alat berkebun, kuliner, alat kesehatan hingga alat olahraga, adalah sebagian dari mereka yang beruntung. Pembatasan sosial membuat banyak anak-anak sekolah harus belajar di rumah. Sementara anak-anak usia pra-sekolah dan balita membutuhkan kegiatan agar otak dan motorik mereka tetap aktif meski harus banyak di rumah. Hal ini mendorong larisnya berbagai buku bacaan, alat gambar, buku mewarnai, permainan edukasi, flash card, dan produk serupa lainnya.

Tagged: Tags